Sejenak, kalau hanya melakukan aktivitas yang sama, kegiatan yang membuat pikiran jenuh terasa berat jika harus dituntut untuk mengeluarkan ide-ide ‘gila’. Hari Sabtu lalu tepatnya tanggal 7 Maret 2009, kami sekumpulan anak-anak SPG (Sun Plower Gangster) mencoba menelusuri keindahan alam yang elok nan mempesona. Awalnya kami memiliki ide untuk camping dan menginap selama dua hari di pulau Sempu, pulau nan elok dengan keindahan alamnya di tengah-tengah laut, di Sendang Biru-Malang. Sebelumnya semua sudah fix dan tinggal menunggu waktu untuk berangkat, tetapi ternyata banyak kepentingan dari anak SPG yang mau tidak mau harus membatalkan acara liburan yang sudah di konsep dengan matang karena sebelumnya sudah diadakan meeting dan pembagian tugas membawa barang untuk bermalam di pulau Sempu.
Acara batal karena kepentingan banyak orang bukanlah kendala untuk bisa liburang bareng dan kumpul nongkrong sekaligus menghabiskan long weekend. Akhirnya tanpa dan atau dengan meeting terlebih dahulu, akhirnya diputuskan untuk ke Balekambang Beach, pantai yang menawarkan keindahan alam yang tidak kalah indah dengan pulau sempu.
Sekitar jam 9.00 pagi kami bersama-sama mengendarai motor berangkat menuju Balekambang Beach yang bisa ditempuh kurang lebih 3 jam perjalanan menggunakan motor. Perjalanan cukup lancar meskipun sempat di hadang macet saat melewati tengah kota Malang, tetapi setelah keluar dari Kota Malang, perjalanan lancar, aman dan terkendali. Tidak banyak kendaraan yang menuju tempat wisata ini, meskipun long weekend karena ada libur 3 hari yaitu Sabtu, Minggu dan Senin. Hari Senin adalah libur memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Hanya ada beberapa kendaraan yang menuju ke sana sehingga kami bisa dengan leluasa berkendara. Lima motor yang kami kendarai dengan sepuluh orang membuat perjalanan seakan milik sendiri.
Tiga jam perjalanan yang kami lewati akhirnya terbayar dengan melihat dan merasakan suasana pantai yang wow! It’s amazing. Melihat hamparan biru yang luas dengan gelombang menggulung serta pasir yang telah berbisik memanggil untuk segera kami menginjakkan kaki. Untuk masuk ke Balekambang Beach, kita cukup hanya mengeluarkan uang sebesar Rp 7.000 tetapi kalau kita bisa tawar dan ajak foto bareng penjaga loket, kami bisa hemat Rp 1.500, sehingga kami hanya membayar Rp 5.500 per orang (inilah gaya kami berkonsolidasi). Selain itu kita harus mengeluarkan Rp 3.000 untuk parkir motor.
Petualangan pun dimulai, kita harus mencari tempat yang paling indah di antara pantai Balekambang, kami memutuskan untuk bisa berenang dan bersenang-senang di daerah delta, aliran sungai yang menuju ke laut. Di sekitarnya banyak karang-karang besar yang indah. Hari libur ini, suasana pantai bisa dikatakan sepi, karena tidak banyak pengunjung yang datang, hanya ada beberapa pengunjung yang menikmati keindahan Balekambang. Sebelum masuk ke air, kami makan pagi dan makan siang dulu, karena kami tidak sempat makan pagi terlebih dahulu. Biar nanti saat bersenag-senang tidak terganggu gara-gara perut keroncongan. Tapi memang benar jika tidak makan dulu, tenaga untuk liburan di pantai akan terkuras.
Wow! Selama tiga jam, kita bersenang-senang sekaligus berfoto-foto ria sembari menikmati teriknya matahari yang tidak terasa sudah membakar kulit kami. Keindahan laut membuat kami lupa waktu. Sekitar tiga jam lebih, kami memutuskan untuk menyudahi senang-senang kami. Kami membersihkan diri di tempat mandi umum dan hanya mengeluarkan Rp 2.000 perak. Setalah kami sudah bersih dan siap melanjutkan petualangan, kami menuju ke sebuah pura. Untuk menuju ke sana, kita harus melewati jembatan yang mengubungkan pantai dengan pura. Pura yang terletak di atas bukit di tengah laut ini sekitar 100 meter dari daratan. Kita di sana melihat pemandangan laut serta berfoto-foto untuk mengabadikan moment liburan kita.
Setelah semua petualangan kami sudah selesai, kami pulang menuju rumah masing-masing. Meskipun dalam perjalanan terhadang hujan, kami melewatinya dengan hati puas. Sebelum benar-benar pulang, kami mampir di warung ‘sego resek’ yaitu warung yang berada di daerah Kasin Kota Malang yang menyediakan nasi goreng mawut. Dengan ditemani teh atau jeruk anget (hangat), suasana keakraban menjadi semakin terasa. Setelah itu kami benar-benar pulang menuju rumah dan kos masing-masing.
Ah…..perjalanan seharian membuat pikiran menjadi fresh dan menyenangkan di saat harus mengelurkan ide ‘gila’ kerjakan tugas akhir (skripsi). Semoga keakraban ini menjadi keakraban sejati yang tak pernah terlupakan. (aimz)
Komentar Terakhir